top of page
ARTIKEL DISTRIK UTARA
Analisis, liputan, dan data untuk membaca arah pembangunan


Lalap, Dunia, dan Pagi yang Tidak Sepenuhnya Tenang
Pengantar Podcast bersama Dr. Riadi Darwis Oleh Priyo Utomo Laksono Podcast ini berlangsung pada Minggu pagi di bulan puasa. Cahaya masih lembut, udara belum panas, dan kota seperti menahan napas lebih lama dari biasanya. Ada kualitas tertentu pada pagi Ramadan: ritmenya melambat, percakapan terasa lebih jernih, dan orang cenderung berbicara dengan jarak yang lebih sadar terhadap dirinya sendiri. Beberapa jam sebelumnya, dunia dikejutkan oleh berita bahwa Iran diserang oleh A


Pariwisata, Fotografi, dan Kelakar Lainnya.
Sebuah Pseudo Esai pengantar podcast oleh Priyo Podcast ini tidak terjadi di studio. Tidak ada dinding busa peredam suara berbentuk piramida. Tidak ada mikrofon mahal yang digantung dengan presisi seperti instrumen bedah. Tidak ada meja kayu solid yang dirancang untuk memberi ilusi keseriusan intelektual. Ia terjadi di ruang yang lebih jujur dari itu. Jawot duduk dengan stelan yang pantas untuk seorang dosen—rapi, tenang, seperti seseorang yang terbiasa hidup dalam dunia argu


Obrolan Seni di Bawah Topi Ember
Oleh Priyo Utomo Laksono untuk Distrik Utara. Bagaimana jika seseorang batal bunuh diri karena sebuah patung? Atau lukisan? Atau bahkan lebih sederhana: saat ia berdiri di bawah pohon, tali sudah terikat, lalu sesuatu dalam dirinya terganggu oleh cara cahaya jatuh di daun, oleh keseimbangan cabang, oleh keapian taman yang diam-diam telah dipikirkan oleh seseorang yang tak pernah ia kenal? Apakah keindahan dapat menyelamatkan nyawa? Apa fungsi keindahan dan kesenian dalam hidu


Estetika dan Kekhusyukan di Bandung Utara.
Sebuah Esai Menyambut Ramadhan Oleh Priyo Utomo Laksono untuk Distrik Utara. Satu pekan menjelang Ramadhan, saya mendapati diri saya memikirkan sesuatu yang mungkin terdengar sepele: apakah ruang dapat membantu seseorang menjadi lebih khusyuk dalam beribadah? Kita sering menganggap kekhusyukan sebagai urusan batin semata—soal niat, konsentrasi, disiplin spiritual. Seolah-olah ia murni lahir dari dalam dan tidak ada hubungannya dengan dunia inderawi. Namun pengalaman berkata l


Menjaga Bangsa Agar Tetap Out of the Box
Esai Pengantar Podcast dengan bu Dessy Ruhati, Sekertaris Kementerian Ekonomi Kreatif Oleh Priyo Utomo Laksono Ada masa—dan ini baru terjadi beberapa minggu lalu—di mana saya mulai curiga bahwa masa depan republik ini ditentukan oleh kerah baju. Bukan ide.Bukan gagasan.Bukan keberanian untuk mencoba hal baru. Tapi kerah. Dalam rangkaian kunjungan ke beberapa kementerian, saya—dengan niat baik dan kaos lengan panjang yang rapi—mendapati diri saya dikritik. Bukan karena argumen


Kebijakan dan Kebijaksanaan Tentang Politik Jawa Barat, Pembangunannya, dan Anekdot PPP.
Esai Oleh Priyo Utomo Laksono “I’ve been searching for a heart of gold…”— Neil Young Kalimat itu terasa seperti gumaman panjang yang jujur. Bukan teriakan kemenangan, bukan juga keluhan. Lebih mirip pengakuan seseorang yang sudah berjalan jauh, melewati terlalu banyak persimpangan, dan akhirnya sadar bahwa yang ia cari bukanlah peta baru, melainkan kompas batin. Entah kenapa, lirik itu terus terngiang setelah diskusi kami—saya, Indra Hidayat, dan Agung Baskoro—tentang politik


Catatan Dari Pabrik Seni
Foto di pabrik seni genteng, Jatiwangi, Majalengka Esai pengantar kunjungan lapangan Siang itu Majalengka terasa seperti jeda panjang. Panas dan lembab, bukan jenis panas yang heroik, melainkan panas yang membuat keringat mengendap di lipatan punggung dan pikiran berjalan sedikit lebih lambat. Jalanan kabupaten mulus—terlalu mulus— sibuk standar kabupaten dan tanpa angkutan publik. Sebuah kota yang fungsional tapi renggang, seperti kalimat yang benar secara tata bahasa namun


REBANA: Tentang Pusat, Pinggiran, dan Siapa yang Memiliki Perubahan
REBANA—begitulah ia disebut. Sebuah nama yang terdengar ringan, hampir seperti bunyi alat musik, padahal ia memikul beban yang berat: harapan tentang masa depan pembangunan Jawa Barat, bahkan mungkin Indonesia. REBANA adalah singkatan administratif, tentu saja, yang jujur saja terdengar dipaksakan tapi mudah diingat. Ia merujuk pada gugus wilayah di utara dan timur laut Jawa Barat: Cirebon, Majalengka, Indramayu, Subang, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon. Dalam bahasa kebi


Dialektika Abadi Pusat dan Daerah
Diskusi Indra Hidayat (pengusaha, konsultan, lulusan Teknik Mesin ITB), Arif Yudi (seniman, pendiri Jatiwangi Art Factory), dan Wilmar A. Salim, S.T., M.Reg.Dev., Ph.D. (dosen ITB) di Video Podcast Distrik Utara Presiden Snow sudah tua. Dalam The Hunger Games , tubuhnya rapuh, napasnya pendek, tangannya sering bergetar. Tapi kekuasaan justru semakin terkonsentrasi. Ia tidak berteriak. Ia tidak perlu. Segalanya berjalan karena sistem sudah mapan—karena distrik-distrik telah la


Catatan dari Tanah Basah
Dokumentasi acara Rampak Genteng di Dusun Bambu Catatan dari Pameran Material Connex: Jatiwangi Art Factory di Dusun Bambu Hujan turun deras hari itu. Bukan hujan yang romantis dan sopan, tapi hujan Bandung yang jatuh seperti sedang menguji kesabaran: rapat, dingin, dan tak memberi jeda. Hujan jenis yang belakangan ini semakin sering kita jumpai—hujan ekstrem, hujan yang datang terlalu cepat, terlalu lama, atau terlalu banyak. Dusun Bambu basah dari ujung ke ujung—tanah licin


Asketisme Kuliner dalam Budaya Sunda Klasik
Foto peluncuran buku Tutungkusan Ada satu kesunyian tertentu yang hanya bisa muncul setelah bunyi-bunyian yang keras. Di pendopo Temu Roti, Cigadung, kesunyian itu datang setelah anak-anak SD dari kelompok Cempaka Muda mendemonstrasikan Seni Reak Kombinasi: suara kendang yang menghentak, topeng, tubuh-tubuh kecil yang menari dengan kesungguhan yang nyaris terlalu dewasa untuk usia mereka. Lalu disusul wayang golek—yang, harus saya akui dengan dosa kultural yang sama besarnya,


Bencana, Bahasa, dan Jarak yang Tidak Pernah Masuk Peta
Foto pasca bencana di Sumatera Setiap kali bencana datang, kita seperti sedang menonton film yang pernah kita tonton, tapi tetap berharap ending-nya berubah. Air naik, rumah terendam, kamera televisi mencari sudut paling dramatis, lalu kita semua—termasuk saya—ikut mengangguk serius di depan layar. Kita teringat satu adegan dalam film Parasite. Hujan deras yang bagi keluarga kaya hanyalah gangguan kecil—alasan untuk mengeluh soal bau lembap—adalah kiamat kecil bagi keluarga
bottom of page