top of page

Suara Distrik

Dari Distrik untuk Republik

REBANA: Tentang Pusat, Pinggiran, dan Siapa yang Memiliki Perubahan

REBANA—begitulah ia disebut. Sebuah nama yang terdengar ringan, hampir seperti bunyi alat musik, padahal ia memikul beban yang berat: harapan tentang masa depan pembangunan Jawa Barat, bahkan mungkin Indonesia.

Drs. Budhiana Kartawijaya, M.MKMT

Dialektika Abadi Pusat dan Daerah

Presiden Snow sudah tua.

Dalam The Hunger Games, tubuhnya rapuh, napasnya pendek, tangannya sering bergetar. Tapi kekuasaan justru semakin terkonsentrasi. Ia tidak berteriak. Ia tidak perlu. Segalanya berjalan karena sistem sudah mapan—karena distrik-distrik telah lama belajar patuh. Ketimpangan tidak lagi dipaksakan setiap hari; ia cukup dirawat, dipelihara, diwariskan.

Wilmar A. Salim, S.T., M.Reg.Dev., Ph.D.

Bencana, Bahasa, dan Jarak yang Tidak Pernah Masuk Peta

Setiap kali bencana datang, kita seperti sedang menonton film yang pernah kita tonton, tapi tetap berharap ending-nya berubah. Air naik, rumah terendam, kamera televisi mencari sudut paling dramatis, lalu kita semua—termasuk saya—ikut mengangguk serius di depan layar.

Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D.

Budaya, Desain, dan Kemajuan Wilayah: Pagar sebagai Bahasa Non-Verbal

Membahas hubungan antara budaya, desain, dan kemajuan wilayah melalui sudut pandang yang unik: pagar sebagai bahasa non-verbal dalam ruang kota dan permukiman.

Dr. Deddy Wahjudi, M.Eng.

bottom of page